Minggu, 06 Mei 2018

KETAHANAN NASIONAL III



PENGARUH ASPEK-ASPEK KETAHANAN NASIONAL TERHADAP KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

Ketahanan nasional adalah kekuatan bangsa dalam segala aspek kehidupan nasional dalam mengembangkan kekuatan nasional. Dalam usaha meningkatkan ketahanan nasional, setiap bangsa berupaya untuk mebangun segala aspek-aspek yang dapat mendukung hal tersebut sehingga tujuan bangsa dan negara dapat terwujud. Berikut adalah aspek-aspek yang mendukung dalam mewujudkan konsepsi ketahanan nasional.

1.    Aspek alamiah
Aspek alamiah merupakan aspek ketahanan nasional yang bersifat statis. Artinya, aspek tersebut tidak berubah menurut waktu (tetap) sehingga kondisi tersebut sangat sulit untuk dipantau karena berhubungan dengan kondisi yang sangat kompleks. Aspek ini sering juga disebut dengan Trigatra. Aspek alamiah terdiri atas 3 bagian, yaitu :

a.    Geografi
Aspek geografi merupakan aspek berhubungan dengan kondisi geografis sebuah bangsa seperti, letak suatu negara tertentu. Seperti kita ketahui bahwa negara Indonesia merupakan negara yang berbentuk kepulauan. Kondisi tersebut tentu berpengaruh dalam upaya pertahanan nasional Indonesia. Letak geografis suatu wilayah yang berbeda tentu dapat menyulitkan upaya penstabilan kondisi suatu negara, untuk itu diperlukan kerjasama antar setiap warga negara sehingga konsepsi pertahanan nasional tetap terjaga keutuhannya.

b.    Kependudukan
Seperti kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk tertinggi di dunia. Akan tetapi, kemampuan sumber daya manusia di Indonesia masih tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan karena jumlah pertumbuhan penduduk tidak diimbangi dengan pengelolaan sumber daya manusia manusia. Jika kondisi tesebut terus-menerus terjadi, maka bukan tidak mungkin negara Indonesia akan dipandang rendah oleh negara lain. Kondisi tersebut tentu akan menjadi ancaman bagi negara Indonesia dalam menjaga kestabilan negara, sehingga perlu dilakukan suatu usaha pencegahan guna melawan berbagai ancaman yang dapat mengganggu pertahanan nasional. Usaha tersebut tidak hanya berlaku bagi pemerintah saja tetapi kerjasama seluruh warga negara Indonesia.

c.    Sumber daya alam
Negara Indonesia dikenal dunia sebagai salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam. Berbagai sumber daya alam yang dihasilkan sangat melimpah, seperti bahan tambang. Akan tetapi, pengelolaan akan sumber daya tersebut yang ada masih sangat minim. Hal tersebut memungkinkan bagi negara lain untuk mengeksploitasi sumber daya yang ada. Bila hal tersebut terjadi, maka akan sangat mudah bagi negara lain untuk mengambil sumber-sumber kekayaan alam yang ada.

2.    Aspek Sosial

Aspek sosial yang bersifat dinamis, artinya dapat berubah seiring dengan perkembangan
IPTEK. Aspek ini sering juga disebut Saptagtra, yang meliputi :

a.    Aspek ekonomi
Ketahanan ekonomi Indonesia tercermin dalam usaha menjaga kestabilan perekonomian nasional sehingga berjalan secara dinamis dengan berlandaskan pada Pancasila dan UUD 1945. Perwujudan hal tersebut tentu harus dilaksanakan secara sehat dengan melaksanakan segala hal yang menunjang terwujudnya upaya tersebut, yaitu :
•    Sistem perekonomian Indonesia mampu menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran yang adil dan merata sebagai mana tercantum dalam UUD 1945 dan berlandaskan Pancasila.
•    Dalam sistem perekonomian kerakyatan, harus menghindari hal-hal yang dapat mematikan sektor-sektor perekonomian seperti monopoli, estatistme dan sistem free fight liberalism.
•    Adanya keseimbangan dalam setiap sektor perekonomian diantaranya sector pertanian, industi dan jasa
•    Pemerataan pembangunan dalam perekonomian harus selalu mempertimbangkan antara sektor dan wilayah secara merata.

b.    Aspek sosial budaya
Aspek sosial budaya adalah salah satu usaha yang dilakukan oleh suatu negara dalam menghadapi dan mengatasi setiap persoalan baik ancaman, gangguan serta hambatan dalam kebudayaan negara baik yang berasal dari dalam ataupun luar negeri guna menghindari kebudayaan negara baik yang berasal dari dalam ataupun luar negeri guna menghindari pengaruh-pengaruh budaya asing yang bersifat negatif. Wujud ketahanan tersebut terlihat dalam kehidupan masyarakat di Indonesia yang senantiasa menciptakan suasana yang rukun dan harmonis dalam kehidupan soial. Selain itu, wujud pengembangan kebudayaan bangsa Indonesia diterapkan dalam keseharian dan pengembangan potensi dalam usaha menciptakan masyarakat bermoral.

c.    Aspek pertahanan dan keamanan
Aspek pertahanan dan keamanan  adalah salah satu usaha yang dilakukan oleh suatu negara dalam menghadapi dan mengatasi setiap persoalan baik ancaman, gangguan serta hambatan dalam menjaga pertahanan dan keamanan negara baik yang berasal dari dalam ataupun luar negeri yang dapat mengganggu keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rangka memelihara stabilitas nasional, dibutuhkan beberapa sikap yang dapat mendorong terwujudnya ketahan nasional yaitu :
•    Sikap semangat juang dalam usaha memelihara ketahanan nasional dengan menumbuhkan potensi dalam setiap diri dalam usaha peningkatan stabilitas nasional.
•    Menumbuhkan sikap sadar dan peduli pada diri sehingga penerapan aspek-aspek tersebut dapat dilaksanakan dengan baik.
Sikap-sikap tersebut sangat diperlukan sehingga pengaruh-pengaruh baik dari luar maupun dalam negeri yang mengganggu stabilitas nasional dapat dicegah dan ketahanan Indonesia dapat terwujud.

d.    Aspek politik
Aspek politik adalah salah satu usaha yang dilakukan oleh suatu negara dalam menghadapi dan mengatasi setiap persoalan politik baik ancaman, gangguan serta hambatan dalam menjaga stabilitas kehidupan politik  negara. Kondisi politik yang sehat dan dinamis dapat mempengaruhi proses pelaksanaan usaha pertahanan nasional. Pengaruh aspek tersebut adalah :
•    Memberikan citra positif Indonesia kepada negara lain, hal tersebut dapat dilakukan melakukan kerjasama /diplomasi, pertukaran pelajar dan lain-lain.
•    Mengembangkan peningkatan kerjasama antar negara guna meningkatkan kepentingan nasional.
•    Meningkatkan kualitas SDM sehingga mampu bersaing dengan negara lain dalam upaya mengembangkan potensi.
•    meningkatkan upaya pembenahan sistem pendidikan dalam negara sehingga potensi yang ada dapat dikembangkan.

e.    Aspek ideologi
Aspek ideologi merupakan salah satu usaha yang dilakukan oleh suatu negara dalam menghadapi dan mengatasi setiap persoalan baik ancaman, gangguan serta hambatan dalam menjaga ideologi negara. Aspek ini merupakan salah satu aspek terpenting dalam negara. Apabila aspek ideologi tidak dapat dilaksanakan dengan baik maka stabilitas nasional dapat terancam. Ancaman tersebut dapat mengkibatkan konflik yang berkepanjangan. Jika hal tersebut terjadi maka pertahanan nasional Indonesia akan sangat mudah dipengaruhi oleh gangguan-gangguan dari luar. Untuk itu diperlukan suatu upaya yang mampu menanggulangi hal tersebut, yaitu :
•    Mengamalkan setiap pokok-pokok ajaran Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
•    Mengembangkan konsep Bhinneka Tunggal Ika dalam usaha menjaga persatuan dan kesatuan.
•    Menanamkan sikap moral yang berdasarkan Pancasila melalui pendidikan baik formal maupun nonformal.

KEBERHASILAN KETAHANAN NASIONAL INDONESIA
 Mewujudkan Keberhasilan Ketahanan Nasional

 -   Aspek Ekonomi Pencapaian tingkat ketahanan ekonomi memerlukan pembinaan sebagai berikut:
• Sistem ekonomi Indonesia diarahkan untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang adil dan merata di seluruh wilayah Nusantara melalui eknomi kerakyatan
• Ekonomi kerakyatan harus menghindari sistem free fight liberalism, etatisme, dan monopoli ekonomi
• Pembangunan ekonomi merupakan usaha bersama atas asas kekeluargaan
• Pemerataan pembangunan dan pemanfaatan hasilnya dengan memperhatikan keseimbangan dan keserasian pembangunan antarwilayah dan antar sektor.

-   Aspek Sosial Budaya Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan sosial budaya warga negara Indonesia perlu:
• Kehidupan sosial budaya bangsa dan masyarkat Indonesia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, rukun, bersatu, cinta tanah air, maju, dan sejahtera dalam kehidupan yang serba selaras, serasi dan seimbang serta mampu menangkal penetrasi budaya asing yang tidak sesuai dengan kebudayaan nasional.

-   Aspek Pertahanan dan Keamanan Mewujudkan kekuatan Hankam Untuk mewujudkan keberhasilan Ketahanan Nasional setiap warga negara Indonesia perlu:
• Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang disertai keuletan dan ketangguhan tanpa kenal menyerah dan mampu mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta pencapaian tujuan nasional.
• Sadar dan peduli akan pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

-   Aspek Ilmu Pengetahuan Untuk mecapai percepatan kemandirian dan kesejahteraan berbasis dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi ( Iptek )
• Dilakukan lewat penguatan empat pilar knowledge based economy ( KBE ), yaitu :
- Sistem pendidikan
- Sisten inovasi
- Infrastruktur masyarakat informasi
- Kerangka kelembagaan, peraturan perundangan Keberhasilan yang Diperoleh dari Ketahanan Nasional

1.      Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.

2.      Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga negara Indonesia baik secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi Iebih cinta kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanya kesadaran bela negara dan cinta tanah air.

sumber:
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090617003804AAN8oQt http://politik.kompasiana.com/2013/04/12/ketahanan-nasional-di-indonesia-550764.html
Make Google view image button visible again: https://goo.gl/DYGbub

KETAHANAN NASIONAL II



Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia


    Ketahanan Nasional pastinya mempunyai rumusan dengan pengertian yang baku dalam upayanya menghadapi dinamika perkembangan dunia dari masa ke masa. Kepastian itu menjadi keharusan karena dipakai sebagai titik dasar atau titik tolak untuk gerak implemetasi/penerapan di dalam hidup dan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
Pengertian baku Ketahanan Nasional bangsa Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan  engembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas , integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.

   Oleh karena itu, Ketahanan Nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional yang harus senantiasa diwujudkan dan dibina secara terus-menerus serta sinergik. Hal demikian itu, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara dengan modal dasar keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan
kekuatan nasional. Proses berkelanjutan itu harus selalu didasari oleh pemikiran geopolitik dan geostrategi sebagai
sebuah konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan konstelasi yang ada disekitar Indonesia.

Asas-Asas Ketahanan Nasional Indonesia


Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila,
UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri dari :

1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan

Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional dan
merupakan nilai intrinsik yang ada padanya. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan. Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. Oleh karena itu, keduanya harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apapun sebab keduanya merupakan salah satu parameter tingkat ketahanan nasional sebuah bangsa dan negara.

2. Asas komprehensif intergral atau menyeluruh terpadu

Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam
bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek
kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral)

3. Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar

Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi.
Disamping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif. Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam dan ke luar.

a. Mawas ke dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilainilai
kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat bangsa yang ulet dan tangguh. Hal itu tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).
b. Mawas ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak
lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia
internasional. Untuk menjamin kepentingan nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional, agar memberikan dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. Namun demikian, interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.
4. Asas kekeluargaan

Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong-royong, tenggang rasa dan
tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan.

Sifat Ketahanan Nasional Indonesia


Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya, yaitu :

1. Mandiri

Ketahanan nasional bersifat percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan keuletan dan ketangguhan yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah serta bertumpu pada identitas , integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian (independent) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent).

2. Dinamis

Ketahanan nasional tidaklah tetap melainkan dapat meningkat dan atau menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat dan pengertian bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa berubah pula. Oleh karena itu, upaya peningkatan
ketahanan nasional harus selalu diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi  kehidupan nasional yang lebih baik

3. Wibawa

Keberhasilan pembinaan ketahanan nasional Indonesia secara berlanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa yang dapat menjadi faktor yang diperhatikan pihak lain. Makin tinggi tingkat ketahanan nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan nasonal yang berarti makin tinggi tingkat daya tangkal yang dimiliki bangsa dan negara Indoesia.

4. Konsultasi dan kerjasama

Konsepsi ketahanan nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata tetapi lebih pada sikap konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.


Sumber : http://gatot_sby.staff.gunadarma.ac.id/


WAWASAN NUSANTARA IV


ASAS WAWASAN NUSANTARA, KEDUDUKAN, FUNGSI DAN TUJUAN , KEBERHASILAN IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA

I. Asas dan Arah Pandang Wawasan Nusantara
Asas Wawasan Nusantara
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Asas diartikan sebagai dasar (ketentuan yang menjadi tumpuan berpikir atau eksplisit) ketentuan – aturan atau kaidah – dasar yang bisa dipatuhi, ditaati, dipelihara, dan menciptakan demi tetap dan hukum untuk pembentuk bangsa Indonesia terhadap kesepakatan bersama.
Asas Wawasan Nusantara terdiri dari:
1. Keppirasi yang sama
2. Keadilan Yang berarti kesemuan pembagian hasil dengan adil.
3. Kejujuran Yang berarti berfikir, berdoalah, dan sesuai dengan relita dan ketentuan yang benar-benar biarpun realita atau kebenaran itu pahit.
4. Solidaritas Yang menerjemahkan rasa setia kawan, mau memberi dan berkorban demi orang lain tanpa lepas ciri dan karakter budaya masing-masing.
5. Kerja sama Adanya hubungan, saling pengertian yang adalah hasil dari kesetaraan demi terciptanya sinergi yang lebih baik.
6. Kesetiaan terhadap ikrar atau kesepakatan bersama demi terpeliharanya persatuan dan kesatuandalam bhinekaan.Merupakan tonggak utama dalam terciptanya persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan.
Arah Pandang Wawasan Nusantara
1. Arah Pandang Ke Dalam
Arah Pintas ke dalam kunci keamanan perwujudan persatuan kesatuan segenap kehidupan, baik aspek maupun aspek sosial. Pengaruhnya terhadap masalah-masalah yang ada dan faktor-faktor penyebab timbulnya masalah-masalah dan faktor-faktor penyebab timbulnya perselisihan dan keterbelakangan di persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan.
2. Arah Pandang Ke Luar
Arah Pandang keluar di tunjukan demi keselamatannya kepentingan nasional dalam dunia yang serba berubah atau dalam negeri juga dalam hukum dunia, kebebasan abadi, dan keadilan sosial, dan kerja sama dan sikap saling hormat- menghormati. Cara untuk masuk ke dalam lingkungan internasionalnya, bangsa-bangsa yang harus berjuang demi kepentingan nasionalisme dalam semua aspek kehidupan, baik politik, ekonomi, sosialisasi, dan pertahanan demi terciptannya tujuan nasional sesuai dengan yang tertera pada Pembukaan UUD 1945.
II. Kedudukan, Fungsi dan Tujuan Wawasan Nusantara
1. Kedudukan
Sebuah. Wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia merupakan ajaran yang berorientasi kebenarannya oleh seluruh rakyat agar tidak terjadi penyesatan dan penyimpangan dalam upaya mencapai dan mewujudkan cita-cita dan tujuan nasional.
b. Wawasan nusantara dalam paradigma juga dapat dilihat dari stratifikasinya sebagai berikut:
•. Pancasila sebagai falsafah, ideologi bangsa dan dasar berkedudukan sebagai landasan idiil.
•. Undang-Undang dasar 1945 sebagai dasar konstitusi negara, berkedudukan sebagai landasan konstitusional.
•. Wawasan nusantara sebagai visi nasional, berkedudukan sebagai landasan visional.
•. Ketahanan nasional sebagai konsepsi nasional atau sebagai kebijaksanaan nasional, berkedudukan sebagai landasan operasional.
2. Fungsi
Wawasan nusantara bekerja sebagai panduan, motivasi, dorongan, dan rambu-rambu dalam menentukan berbagai masalah, keputusan, tindakan, dan tindakan bagi para anggota di tingkat pusat dan daerah atau bagi seluruh rakyat Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
3. Tujuan
Wawasan nusantara isu-isu nasionalisme yang tinggi di berbagai aspek kehidupan rakyat Indonesia yang lebih mementingkan keinginan nasional dari pada individu, kelompok, golongan, suku bangsa, atau daerah. Hal tersebut bukan berarti menghilangkan kepentingan-kepentingan individu, kelompok, suku bangsa, atau daerah.
Keberhasilan Implementasi Wawasan Nusantara
Wawasan Nusantara perlu menjadi pola yang mendasari cara berpikir, bertindak dan bertindak dalam rangka menghadapi, menyikapi, dan menangani masalah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang beroriantasi bagi masyarakat dan keutuhan wilayah tanah air. Wawasan Nusantara juga perlu diimplementasikan dalam kehidupan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan dalam konteks tantangan – tantangan dewasa ini. Karena itu, setiap warga negara Indonesia perlu memiliki kesadaran untuk:
  1. Mengerti, memahami, dan menghayati hak dan kewajiban warga negara dan menghubungkan warga negara dengan negara, sebagai masyarakat Indonesia yang cinta tanah pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara.
  1. Mengerti, memahami, dan menghayati bahwa di dalam menyelenggarakan kehidupannya negara dengan Konsepsi Wawasan Nusantara, sebagai warga negara yang memiliki Wawasan Nusantara guna mencapai cita-cita dan tujuan nasional.
  2. konsepsi wawasan nusantara sebagai masyarakat yang memiliki cara pandang.
Untuk mengetuk hati nurani setiap warga negara Indonesia agar sadar bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, diperlukan pendekatan dengan program yang teratur, terjadwal, dan terarah. Hal ini akan mewujudkan keberhasilan dari implementasi Wawasan Nusantara.
Implementasi Wawasan Nusantara
Penerapan Wawasan Nusantara harus menggali pola-pola, pola-pola dan pola-pola yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara.
  • Masa Politik
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan wawasan nusantara, yaitu:
  1. Melaksanakan kehidupan politik yang diatur dalam undang-undang, seperti UU partai Politik, UU Pemilihan Umum, dan UU Pemilihan Presiden. Pelaksanaan undang-undang tersebut harus sesuai hukum dan mementingkan persatuan bangsa. Seperti dalam pemilihan presiden, anggota DPR, dan kepala daerah harus menjalankan prinsip-prinsip dan keadilan.
  2. Pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara di Indonesia harus sesuai denga hukum yang berlaku. Seluruh bangsa Indonesia harus memiliki dasar hokum yang sama untuk setiap warga negara, tanpa pengecualian. Di Indonesia ada banyak produk hukum yang dapat diterbitkan oleh provinsi dan kabupaten dalam bentuk peraturan (perda) yang tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku umum nasional.
  • Kehidupan ekonomi
  1. Wilayah nusantara memiliki potensi ekonomi yang tinggi, seperti posisi khatulistiwa, wilayah laut yang luas, hutan tropis yang besar, hasil tambang dan minyak yang besar, serta memeliki penduduk dalam jumlah cukup besar. Oleh karena itu, penyelenggaraan dalam kehidupan ekonomi harus berorientasi pada sektor pemerintahan, pertanian, dan perindustrian.
  2. Pembangunan ekonomi harus memperhatikan keadilan dan keseimbangan antardaerah. Oleh sebab itu, dengan adanya otonomi yang dapat menciptakan upaya dalam bidang ekonomi.
  3. Pembangunan ekonomi harus melibatkan rakyat, seperti dengan memberikan fasilitas kredit mikro dalam pengembangan usaha kecil.
  • Kehidupan sosial
  1. Mengembangkan kehidupan bangsa yang serasi dengan masyarakat yang berbeda, dari segibudaya, status sosial atau daerah. Contohnya dengan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah dan program Belajar wajib harus diprioritaskan untuk daerah tertinggal.
  2. Pengembangan budaya Indonesia, untuk melestarikan kekayaan Indonesia, serta dapat digunakan sebagai sumber pendapatan nasional maupun daerah. Contohnya dengan pelestarian budaya, pengembangan museum, dan cagar Budaya.
  • Kehidupan pertahanan dan sosial
Membagun TNI Profesional merupakan implementasi dalam kehidupan massa.
  1. Kegiatan pembangunan pertahanan dan konflik harus memberikan informasi kepada orang-orang untuk aktif, karena kegiatan tersebut merupakan tanggung jawab setiap orang, seperti lingkungan hidup, meningkatkan kemampuan disiplin, melaporkan hal-hal yang memperhatikan keamanan dan pembelajaran.
  2. Membangun rasa persatuan, membuat keputusan untuk daerah atau menjadi dasar untuk wilayah lain. Rasa persatuan ini dapat diciptakan dengan membangun solidaritas dan hubungan erat antara warga negara yang berbeda dengan kekuatan.
  3. Membangun TNI yang profesional dan menyediakan sarana dan prasarana yang cukup untuk kegiatan pengamanan wilayah Indonesia, secara konsisten dan terluar Indonesia.
IV. Tantangan-tantangan Implementasi Wawasan Nusantara antara lain:
  1. Pemberdayaan masyarakat.
  2. Dunia Tanpa Batas
  3. Era baru Kapitalisme
  4. Kesadaran Warga
Referensi:
  1. http://www.yonggipuriza.id/2017/10/24/wawasan-nusantara/
  2. http://kbbi.web.id/asas
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Wawasan_Nusantara
  4. http://amribudiman.blogspot.com/2013/04/hakekat-wawasan-nusantara.html
  5. http://dwi212.blogspot.com/2013/04/kedudukan-fungsi-dan-tujuan-wawasan.html
  6. http://evisusanti1.blogspot.com/
  7. http://pusatinformasi212.blogspot.co.id/2017/06/asas-wawasan-nusantara.html

WAWASAN NUSANTARA III




LANDASAN WAWASAN NUSANTARA

1.  Landasan Idiil

             Pancasila sebagai faslafah ideologi bangsa dan dasar negara yang berkedudukan sebagai landasan idiil, karena wawasan nusantara merupakan perwujudan dari pancasila. Pancasila merupakan kesatuan yang bulat dan utuh serta mengandung paham keseimbangan, keselarasan, dan keseimbangan. Maka wawasan nusantara mengarah kepada terwujudnya kesatuan dan keserasian dalam bidang-bidang politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

2.    Landasan Konstitusional

              UUD 1945 yang merupakan landasan konstitusi dasar negara, menjadi pedoman pokok dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik (Pasal 1 UUD 1945) yang kekuasaan tertingginya ada pada rakyat dan dilakukan sepenuhnya oleh MPR.

3.    Landasan Visional.

             Landasan visional atau tujuan nasional wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa indonesia merupakan ajaran yang diyakini kebenarannya oleh seluruh rakyat yang bertujuan agar tidak terjadi penyesalan dan penyimpangan dalam rangka mencapai dan mewujudkan cita-cita dan dan tujuan nasional yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alinea keempat yaitu :
- Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
- Memajukan kesejahteraan umum
- Mencerdaskan kehidupan bangsa
- Ikut melaksanakan ketertiban dunia

4.    Landasan Konsepsional

               Ketahanan nasional, yaitu merupakan kondisi dinamis yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kemampuan sebagai konsepsi nasional, berkedudukan sebagai landasan konsepsional. Dalam upaya mencapai cita-cita dan tujuan nasionalnya, bangsa Indonesia mengahadapi berbagai ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (HTAG). Agar dapat mengatasinya, bangsa indonesia harus memiliki kemampuan, keuletan, dan daya tahan yang dinamakan ketahanan nasional.

5.    Landasan Operasional.

               GBHN adalah sebagi landasan wawasan operasional dalam wawasan nusantara, yang dikukuhkan MPR dalam ketetapan Nomor : IV/MPR/1973 pada tanggal 22 Maret 1973.

UNSUR-UNSUR DASAR WAWASAN NUSANTARA

1. Wadah (contour)

          Wadah kehidupan bermayarakat meliputi seluruh wilayah Indonesia yang memiliki kekayaan alam dan penduduk serta aneka budaya ialah bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia memiliki organisasi kenegaraan yang merupakan wadah untuk kegiatan kenegaraan dalam wujud suprastruktur politik, sedangkan wadah dalam kehidupan bermasyarakat adalah berbagai kelembagaan dalam wujud infra struktur politik. Dengan kata lain wadah yang dimaksud dalam unsur pertama ini adalah batas ruang lingkup atau bentuk wujud dari Negara Kesatuan RepublikIndonesia yang diumumkan melalui Dekrit Juanda tanggal 13 Desember 1957.

2. Isi (content)

          Isi adalah inspirasi bangsa yang berkembang di masyarakat dan cita-cita serta tujuan nasional yang terdapat dalam Pembukaan UUD 1945. Untuk mencapai cita cita dan aspirasi yang diinginkan, Indonesia harus mampu menciptakan persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan dalam kehidupan nasional yang berupa politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam. Oleh karena itu “isi” menyangkut dua hal yang esensial yakni: Pertama, Realisasi aspirasi bangsa sebagai kesepakatan bersama dan perwujudannya, pencapaian cita-cita tujuan nasional, dan Kedua. Persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan yang meliputi semua aspek kehidupan nasional.

3. Tatalaku (conduct)

          Tata laku merupakan hasil interaksi antara wadah dan isi, yang terdiri dari tata laku batiniah dan lahiriah. tata laku batiniah mencerminkan jiwa, semangat, dan mentalitas yang baik dari bangsa Indonesia, sedangkan tata laku lahiriah tercermin dalam tindakan, perbuatan, dan perilaku dari bangsa Indonesia. Kedua hal tersebut akan mencerminkan identitas jati diri bangsa Indonesia berdasarkan kekeluargaan dan kebersamaan yang memiliki rasa bangga dan cinta kepada bangsa dan tanah air sehingga menimbuhkan nasionalisme yang tinggi dalam semua aspek kehidupan nasional.

HAKEKAT WAWASAN NUSANTARA

          Hakikat adalah kalimat atau ungkapan yang digunakan untuk menunjukkan mak¬
na yang yang sebenarnya atau makna yang paling dasar dari sesuatu seperti benda, kondisi atau pemikiran,  akan tetapi ada beberapa yang menjadi ungkapan yang sudah sering digunakan dalam kondisi tertentu, sehingga menjadi semacam konvensi, hakikat seperti disebut sebagai hakikat secara adat kebiasaan.

          Hakekat Wawasan Nusantara adalah keutuhan nusantara/nasional, atau cara pandang yang selalu utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. Asas Wawasan Nusantara merupakan ketentuan-ketentuan dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen/unsur pembentuk bangsa Indonesia(suku/golongan) terhadap kesepakatan bersama. Asas wawasan nusantara terdiri dari: Kepentingan, keadilan, kejujuran, solidaritas, kerjasama, kesetiaan terhadap kesepakatan.


SUMBER :
1.  https://www.google.co.id/amp/s/blackholes777revelations.wordpress.com/2015/05/03/3-unsur-dasar-konsepsi-wawasan-nusantara/amp/
2.  http://pandyafadil11.blogspot.co.id/2015/05/landasan-wawasan-nusantara.html?m=0
3.  http://safitririfa98.blogspot.co.id/2017/04/wawasan-nusantara-iii.html